SUMENEP – Keberadaan tempat bilyard milik seseorang berinisial J di Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, menuai keresahan dari warga sekitar. Pasalnya, tempat hiburan tersebut diduga tidak memiliki jam operasional yang jelas dan kerap beroperasi hingga larut malam.
“Kami sangat resah terkait keberadaan bilyard milik inisial J. Sampai jam tiga dini hari masih saja ada yang bermain, bahkan para pemainnya sering berteriak-teriak. Kami merasa sangat terganggu,” kata salah satu warga Pancor yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai aktivitas bilyard itu tidak hanya mengganggu ketenangan lingkungan, tetapi juga dikhawatirkan memberikan dampak negatif terhadap generasi muda. Karena itu, sejumlah tokoh masyarakat telah melakukan musyawarah dan menyampaikan usulan agar aktivitas bilyard dihentikan.
“Sudah ada musyawarah bersama beberapa tokoh masyarakat agar meja bilyard itu ditutup. Kalau dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak sosial yang lebih besar,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik usaha bilyard berinisial J saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa aktivitas yang terjadi sebenarnya tidak seramai seperti yang diberitakan.
“Sebenarnya yang ramai itu hanya beberapa orang saja. Ini yang melapor siapa, Mas? Kalau memang orangnya ada di Sapudi, lebih baik kita duduk bersama,” ujarnya.
Ia juga menanggapi keluhan warga sebagai bentuk masukan, namun berharap ada penyampaian secara langsung melalui musyawarah atau kepada kepala desa.
“Kritik tanpa solusi itu namanya menjatuhkan, Mas. Akan lebih baik jika kita duduk bersama atau disampaikan langsung ke kepala desa. Terima kasih atas kritikannya. Saya juga ingin meluruskan bahwa sejak muncul saingan, baru ada keluhan seperti ini. Untuk izin, saya sudah ada mas, tapi untuk hal lainnya kami belum tahu kesalahannya di mana. Kalau bisa, kami diberi tahu agar bisa memperbaiki,” pungkasnya.
Penulis: Prana
Editor: Redaksi












