Kesehatan adalah aset berharga yang sering kali baru disadari ketika mulai terganggu. Untuk membantu masyarakat lebih peduli pada kondisi tubuhnya, BPJS Kesehatan menyediakan fitur Skrining Riwayat Kesehatan. Layanan ini memungkinkan peserta mendeteksi risiko penyakit kronis hanya dengan menggunakan gawai, baik melalui aplikasi Mobile JKN maupun laman resmi BPJS Kesehatan.
Dengan adanya layanan ini, peserta dapat mengecek kemungkinan terkena 14 jenis penyakit kronis. Beberapa di antaranya yang paling umum adalah diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan jantung koroner. Semua proses dilakukan secara mandiri, mudah, dan tidak memerlukan kunjungan ke fasilitas kesehatan.
Bagaimana Skrining Ini Bekerja?
Skrining riwayat kesehatan berfungsi sebagai pemetaan awal kondisi tubuh. Peserta diminta mengisi sejumlah data dasar dan menjawab pertanyaan mengenai gaya hidup maupun riwayat kesehatan pribadi. Dari data tersebut, sistem akan memberikan evaluasi berupa kategori risiko.
Menariknya, layanan ini hanya dapat digunakan satu kali dalam setahun untuk setiap peserta. Batasan ini bertujuan agar hasil evaluasi menjadi lebih bermakna, karena peserta dapat menjadikannya acuan tahunan dalam memantau kesehatan.
Pentingnya Data Fisik dalam Skrining
Salah satu tahap paling krusial adalah mengisi data fisik. Informasi yang dibutuhkan meliputi berat badan dan tinggi badan terkini.
-
Berat badan ditulis dalam kilogram, misalnya 64 atau 64,7.
-
Tinggi badan diisi dalam sentimeter tanpa alas kaki, misalnya 169.
Dari data ini, sistem secara otomatis menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumusnya sederhana:
IMT = Berat Badan (kg) ÷ [Tinggi Badan (m)]²
Interpretasi hasilnya terbagi menjadi empat kategori:
-
Kurus: <18,5
-
Normal: 18,5–24,9
-
Gemuk: 25–29,9
-
Obesitas: ≥30
Sebagai contoh, seseorang dengan berat 64 kg dan tinggi 169 cm memiliki IMT sekitar 22,4. Hasil ini masuk kategori normal, yang berarti proporsi berat badan masih sesuai dengan tinggi badan.
Tahapan Skrining Melalui Mobile JKN
Aplikasi Mobile JKN menjadi pilihan praktis bagi peserta yang lebih nyaman menggunakan ponsel. Berikut langkah-langkahnya:
-
Login ke aplikasi Mobile JKN dengan akun peserta.
-
Pilih menu “Lainnya”, lalu klik “Skrining Riwayat Kesehatan”.
-
Pilih anggota keluarga yang akan dilakukan skrining.
-
Tekan tombol “Setuju” untuk melanjutkan.
-
Isi formulir pertanyaan dengan lengkap dan benar.
-
Tekan “Selanjutnya”, maka hasil evaluasi kesehatan akan langsung muncul.
Keunggulan aplikasi adalah hasil skrining tersimpan otomatis di akun, sehingga peserta bisa mengeceknya kembali kapan saja tanpa repot.
Skrining Lewat Website Resmi BPJS Kesehatan
Selain aplikasi, peserta juga dapat memanfaatkan situs webskrining.bpjs-kesehatan.go.id. Cara penggunaannya cukup mudah:
-
Buka laman resmi webskrining.bpjs-kesehatan.go.id.
-
Masukkan nomor kartu BPJS Kesehatan, tanggal lahir, serta kode captcha.
-
Klik “Cari Peserta”, lalu pilih “Setuju”.
-
Lengkapi data diri termasuk berat badan, tinggi badan, pendidikan terakhir, nomor telepon, dan kontak keluarga.
-
Jawab 16 pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dengan jujur.
-
Tekan tombol “Simpan”, dan hasil skrining akan ditampilkan.
Khusus melalui website, hasil dapat diunduh atau dicetak dengan menekan tombol “Cetak Hasil”. Hal ini bermanfaat bila peserta ingin menyimpannya sebagai dokumen fisik.
Memahami Kategori Hasil Skrining
Hasil skrining akan dibagi menjadi tiga kategori utama:
-
Risiko rendah – kondisi tubuh relatif sehat, namun tetap disarankan menjaga pola makan dan olahraga.
-
Risiko sedang – ada potensi penyakit, sehingga peserta perlu lebih disiplin dalam gaya hidup sehat.
-
Risiko tinggi – peserta berpeluang besar mengalami penyakit kronis dan sebaiknya berkonsultasi ke tenaga medis.
Selain kategori risiko, sistem juga memberikan saran yang bisa langsung diterapkan sehari-hari, mulai dari menjaga berat badan ideal, mengatur pola tidur, hingga mengurangi konsumsi makanan berlemak.
Kenapa Perlu Melakukan Skrining?
Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga kesehatan setelah gejala penyakit muncul. Padahal, sebagian besar penyakit kronis berkembang dalam waktu lama dan sering tanpa gejala awal yang jelas. Inilah mengapa skrining menjadi sangat penting.
Ada beberapa manfaat utama dari layanan ini:
-
Deteksi dini – membantu peserta mengetahui potensi risiko sebelum kondisi semakin parah.
-
Langkah pencegahan – peserta bisa segera memperbaiki pola hidup setelah mengetahui hasil skrining.
-
Efisiensi – cukup dilakukan secara online tanpa perlu antre di fasilitas kesehatan.
-
Pemantauan berkelanjutan – karena hanya sekali dalam setahun, hasil skrining bisa dijadikan tolok ukur kondisi tubuh dari tahun ke tahun.
Dengan manfaat tersebut, skrining menjadi salah satu cara sederhana untuk berinvestasi pada kesehatan jangka panjang.
Tips Agar Hasil Skrining Lebih Tepat
Agar hasil lebih sesuai dengan kondisi nyata, peserta sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
-
Gunakan timbangan dan pengukur tinggi badan yang akurat.
-
Jawab pertanyaan dengan jujur tanpa menambah atau mengurangi informasi.
-
Lakukan pengisian formulir dalam kondisi tenang agar lebih fokus.
-
Simpan hasil skrining, baik dalam bentuk digital maupun cetak, sebagai catatan kesehatan pribadi.
Kedisiplinan dalam mengisi data akan membuat hasil evaluasi lebih akurat, sehingga manfaatnya pun lebih terasa.
Penutup
Skrining Riwayat Kesehatan BPJS Kesehatan adalah inovasi penting dalam layanan kesehatan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi digital, peserta dapat mengecek risiko penyakit kronis secara mandiri, cepat, dan mudah.
Baik melalui Mobile JKN maupun website resmi BPJS Kesehatan, prosesnya tidak memerlukan waktu lama. Hasil skrining pun bisa dijadikan panduan awal untuk menjaga kesehatan atau berkonsultasi lebih lanjut dengan tenaga medis.
Karena hanya bisa dilakukan sekali dalam setahun, pastikan Anda mengisinya dengan benar dan jujur. Dengan begitu, hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi tubuh, sehingga dapat menjadi bekal berharga dalam merencanakan hidup sehat ke depan.
Penulis: Imam R
Editor: L. Hadi












