Berita

Membangun Generasi Muda Sehat dan Tanggap, Dinkes Situbondo Gelar Orientasi Pembinaan Saka Bakti Husada

×

Membangun Generasi Muda Sehat dan Tanggap, Dinkes Situbondo Gelar Orientasi Pembinaan Saka Bakti Husada

Sebarkan artikel ini

Syaiful/Deteksi-Jatim

SITUBONDO — (deteksijatim.id) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pembinaan Saka Bakti Husada (SBH) selama dua hari, pada 23–24 September 2026. Berlangsung di Aula Dinkes Kabupaten Situbondo, kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Majelis Pembimbing (MABI) Saka Bakti Husada Kwartir Cabang Situbondo, Rina Widharnarini, SKM. M.Kes dan dihadiri oleh jajaran Dewan SBH Tingkat Cabang, anggota SBH Cabang dan Ranting, serta para Pembina dan Pamong SBH Ranting se-Kabupaten Situbondo.

Dalam sambutannya, Rina Widharnarini menyampaikan harapannya supaya Saka Bakti Husada Kabupaten Situbondo dapat membantu mewujudkan masyarakat Situbondo yang sehat, mandiri dan berdaya.
“Melalui orientasi ini, saya harapkan Saka Bakti Husada Kabupaten Situbondo semakin solid, responsif, dan aktif berkontribusi mewujudkan masyarakat Situbondo yang sehat, mandiri, dan berdaya ” ucapnya.

Orientasi ini digelar bertujuan untuk memperkuat kapasitas, sinergi, serta pemahaman anggota dan pengurus SBH dalam mendukung program kepramukaan di bidang kesehatan. Sebagai wadah kader kesehatan muda, Saka Bakti Husada memegang peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dan edukator sebaya yang menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif dari instruktur Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo. Fokus materi pembelajaran tertuju pada dua krida utama yaitu :

1. Krida Penanggulangan/Pengendalian Penyakit, yang menekankan pada edukasi dan pentingnya Imunisasi sebagai langkah preventif kesehatan masyarakat.
2. Krida Bina Keluarga Sehat, yang menyoroti pentingnya penguatan Kesehatan Mental di lingkungan keluarga maupun remaja.

Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), para peserta yang telah dibina berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat melalui aksi nyata di ranting masing-masing. Kegiatan lanjutan meliputi edukasi pencegahan penyakit melalui imunisasi serta pengaktifan forum literasi kesehatan mental keluarga di tingkat sekolah dan masyarakat.