BeritaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp16.271, BI Turunkan Suku Bunga ke 5%

×

Rupiah Melemah ke Rp16.271, BI Turunkan Suku Bunga ke 5%

Sebarkan artikel ini
Rupiah Melemah
Uang Rupiah dan Dollar AS (cuitanrakyat.com)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (20/8/2025). Kendati demikian, pelemahan tersebut relatif lebih ringan dibandingkan tekanan yang terjadi pada sesi pagi.

Mengacu data Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp16.271,5 per dolar AS saat penutupan. Angka ini menunjukkan penurunan 26 poin atau 0,16 persen dibandingkan Rp16.245,5 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/8).

Pada awal perdagangan, rupiah sempat tertekan lebih dalam hingga menyentuh Rp16.318 per dolar AS. Posisi ini tercatat turun 72,5 poin atau sekitar 0,45 persen dari level penutupan sebelumnya. Sepanjang hari, pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.258,5 hingga Rp16.327 per dolar AS, dengan return year to date (ytd) tercatat sebesar 0,86 persen.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah ditransaksikan di level Rp16.265 per dolar AS, melemah 29 poin atau 0,18 persen dari Rp16.236 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di posisi Rp16.291 per dolar AS, turun 50 poin dibandingkan Rp16.241 per dolar AS sehari sebelumnya.

BI Turunkan BI-Rate ke 5 Persen

Sejalan dengan dinamika nilai tukar, Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga acuan. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2025, BI-Rate dipangkas 25 basis poin menjadi 5,00 persen dari level 5,25 persen.

Langkah ini melanjutkan kebijakan bulan Juli lalu, ketika BI menurunkan suku bunga dari 5,50 persen ke 5,25 persen.

“Berdasarkan asesmen, proyeksi, dan arah kebijakan ke depan, RDG Bank Indonesia pada 19–20 Agustus 2025 memutuskan menurunkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo.

Selain BI-Rate, bank sentral juga memangkas suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25 persen dan Lending Facility ke 5,75 persen, masing-masing turun 25 basis poin.

Perry menegaskan, keputusan ini selaras dengan proyeksi inflasi yang tetap terkendali di kisaran sasaran 2,5 persen ±1 persen pada 2025–2026, stabilitas rupiah yang terjaga, serta kebutuhan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sesuai kapasitas nasional.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau ruang penurunan suku bunga demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, sejalan dengan rendahnya inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah,” pungkasnya.

Penulis: Rima W

Editor: Redaksi